suaramedia.id – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya memberikan klarifikasi terkait distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Hal ini dilakukan guna menjawab keraguan publik yang menganggap kelompok anak yatim piatu tersebut tidak mendapatkan jatah manfaat dari program unggulan pemerintah ini.

Related Post
Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa anak-anak panti asuhan tetap menjadi prioritas dalam program pemenuhan gizi nasional. Namun, ia menjelaskan bahwa proses penyalurannya tidak dilakukan langsung ke panti, melainkan melalui jalur pendidikan.

"Diberikan MBG di tempat mereka bersekolah, Bang. Ada mekanisme dan regulasinya. Mohon dukungan selalu," ujar Sudaryono saat menanggapi pertanyaan netizen melalui akun Instagram @syamsulaco, sebagaimana dikutip dari laporan suaramedia.id.
Berdasarkan penjelasan tersebut, mekanisme penyaluran MBG akan mengikuti alur distribusi yang sudah ditetapkan di satuan pendidikan. Artinya, bagi anak-anak panti asuhan yang sedang menempuh pendidikan di sekolah formal, mereka akan menerima paket makanan bergizi tersebut bersama dengan rekan-rekan sekolahnya.
Langkah ini diambil agar distribusi makanan tetap terkontrol, terstandarisasi secara nutrisi, dan sesuai dengan regulasi yang telah disusun oleh Badan Gizi Nasional. Dengan demikian, tidak ada perbedaan perlakuan antara siswa umum dengan anak-anak panti asuhan dalam hal akses terhadap pemenuhan gizi di sekolah.
Sebelumnya, BGN juga terus melakukan ekspansi infrastruktur pendukung, termasuk meresmikan ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) serta daerah dengan angka stunting tinggi, guna memastikan program ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.










Tinggalkan komentar