suaramedia.id – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan posisi kuat Indonesia dalam kancah diplomasi lingkungan internasional. Dalam forum global, ia menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen penuh untuk terus berkontribusi dalam memperkuat aksi iklim dunia melalui kerja sama internasional yang berkeadilan dan fokus pada implementasi nyata.

Related Post
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Jumhur Hidayat saat menghadiri Leader’s Plenary dalam rangkaian acara Pre-COP Leader’s Event. Pertemuan ini merupakan bagian dari persiapan menuju Pre-Conference of the Parties (Pre-COP31) yang berlangsung di Fiji dan Tuvalu pada awal Oktober 2026.

Dalam pidatonya, Jumhur menekankan bahwa komitmen iklim tidak boleh berhenti hanya pada tataran dokumen atau janji di atas kertas. Menurutnya, dunia membutuhkan kerja sama internasional yang mampu menerjemahkan setiap kesepakatan menjadi langkah konkret yang dapat dirasakan dampaknya di lapangan.
"Indonesia menekankan pentingnya penguatan kolaborasi global yang berorientasi pada aksi nyata untuk mengatasi tantangan perubahan iklim," ungkapnya dalam forum tersebut.
Agenda tingkat tinggi ini menjadi krusial sebagai batu loncatan menuju konferensi perubahan iklim PBB (COP31) yang dijadwalkan akan digelar di Antalya, Turki, pada November 2026 mendatang. Salah satu capaian penting dalam pertemuan ini adalah disahkannya Deklarasi Taku Pakasoa.
Deklarasi tersebut merupakan bentuk dukungan nyata bagi negara-negara berkembang, khususnya Negara-Negara Berkembang Pulau Kecil (Small Island Developing States/SIDS) dan Negara-Negara Paling Kurang Berkembang (Least Developing Countries/LDC). Fokus utama dari deklarasi ini adalah memperkuat upaya mitigasi, meningkatkan ketahanan terhadap risiko bencana, serta mengatasi dampak kerusakan lingkungan yang tidak dapat dipulihkan akibat perubahan iklim global.
Melalui langkah ini, Indonesia menunjukkan peran aktifnya dalam melindungi negara-negara rentan sekaligus memastikan bahwa transisi menuju dunia yang lebih hijau berjalan secara adil bagi seluruh negara berkembang.










Tinggalkan komentar