suaramedia.id – Dinamika suksesi kepemimpinan di tubuh TNI Angkatan Laut mulai memanas seiring mendekatnya masa purnabakti Laksamana TNI Muhammad Ali. Dalam bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) mendatang, nama Laksamana Madya (Laksdya) TNI Hersan muncul sebagai salah satu kandidat paling potensial. Saat ini, perwira tinggi tersebut tengah mengemban amanah sebagai Inspektur Jenderal TNI.

Related Post
Menanggapi isu mencuatnya nama Hersan, pengamat politik Adib Miftahul memberikan analisis mendalam. Menurutnya, Hersan memiliki profil yang sangat mumpuni untuk memimpin matra laut karena memiliki perpaduan kompetensi yang komprehensif.

"Beliau tidak hanya menguasai aspek operasi militer secara teknis, tetapi juga memiliki jam terbang tinggi dalam tata kelola organisasi serta memahami dinamika pengambilan keputusan di level negara," ujar Adib Miftahul dalam keterangan resminya, Senin (5/10/2026).
Adib menambahkan bahwa kenaikan pangkat Hersan menjadi perwira tinggi bintang tiga semakin memperkuat posisinya dalam peta suksesi KSAL. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keputusan final tetap berada di tangan Presiden. Ia menekankan bahwa faktor geopolitik global, kebutuhan strategis pertahanan, serta agenda modernisasi alutsista akan menjadi variabel penentu dalam memilih nakhoda baru TNI AL.
Laksdya TNI Hersan bukanlah nama asing dalam struktur strategis militer Indonesia. Lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1994 ini memiliki rekam jejak panjang, mulai dari komandan kapal perang hingga penugasan strategis di Mabes TNI. Selain pengalaman lapangan, ia juga dikenal memiliki jaringan luas, terbukti dengan pernah dipercaya menjadi ajudan Presiden Joko Widodo serta kedekatannya dengan tokoh pengusaha di Kalimantan.
Informasi mengenai kuatnya posisi Hersan dalam bursa KSAL ini sebelumnya juga telah menjadi pembicaraan hangat di lingkungan internal TNI AL. Kini, publik menantikan keputusan resmi pemerintah terkait siapa yang akan memegang kendali tertinggi di laut Indonesia.










Tinggalkan komentar