Polemik Ijazah Gibran, Grace Natalie Buka Suara!

Polemik Ijazah Gibran, Grace Natalie Buka Suara!

suaramedia.id – Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, angkat bicara terkait polemik dokumen akademik yang menyeret nama Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan bahwa tidak ada aturan maupun kewajiban bagi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara mana pun untuk menyimpan dokumen akademik milik pelajar Indonesia yang menempuh studi di luar negeri.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas informasi sebelumnya yang menyebutkan bahwa KBRI di Singapura dan Australia tidak menyimpan dokumen akademik milik Gibran. Grace menilai, anggapan bahwa KBRI wajib mengoleksi data tersebut adalah sebuah kekeliruan informasi yang perlu diluruskan.

Polemik Ijazah Gibran, Grace Natalie Buka Suara!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

"Tidak ada kewajiban bagi pelajar Indonesia di mana pun untuk menyetorkan dokumen akademik mereka ke kedutaan. Bukan pula tugas kedutaan untuk mengumpulkan data akademik pelajar kita di luar negeri," tegas Grace melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Minggu (4/10/2026).

Guna memperkuat argumennya, Grace memberikan testimoni pribadi. Ia menceritakan pengalamannya saat menempuh studi dua gelar master di National University of Singapore (NUS) dan Singapore Management University (SMU). Menurutnya, selama masa studi tersebut, pihak KBRI tidak pernah meminta maupun mewajibkan dirinya untuk menyerahkan transkrip nilai atau dokumen akademik lainnya.

Lebih lanjut, Grace mengkritik logika yang dibangun oleh pihak-pihak yang mempertanyakan keabsahan ijazah Gibran hanya karena ketiadaan dokumen tersebut di KBRI. Ia menyebut narasi tersebut sangat tidak masuk akal.

"Jangan dibuat narasi seolah-olah kalau KBRI tidak memiliki dokumen akademik Mas Gibran, maka itu artinya Mas Gibran tidak lulus atau tidak sekolah di sana. Itu logika yang sangat ngawur," cetusnya kepada suaramedia.id.

Grace juga mempertanyakan urgensi dan keberlanjutan dari isu yang terus bergulir ini. Ia menyoroti pola serangan yang seolah berpindah-pindah subjek, mulai dari isu ijazah Presiden Jokowi hingga kini menyasar Gibran. Ia pun melontarkan pertanyaan retoris mengenai apakah isu ini sengaja dipelihara untuk kepentingan tertentu.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar