suaramedia.id – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI pada Jumat (2/10/2026). Dalam prosesi pelantikan tersebut, Syahgolan didampingi oleh Fadli Tri Hartono yang dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Bakom. Syahganda hadir menggantikan posisi Muhammad Qodari untuk memimpin lembaga strategis tersebut.

Related Post
Usai menjalani prosesi pelantikan, aktivis senior yang kini menduduki jabatan strategis ini memaparkan sejumlah poin krusial terkait arah kebijakan lembaga yang dipimpinnya. Syahganda menegaskan bahwa langkah Bakom ke depan akan berfokus pada mandat langsung dari Presiden.

Berikut adalah tiga poin utama pernyataan Syahganda Nainggolan pasca pelantikan:
1. Komunikasi sebagai Perekat Bangsa
Syahganda menekankan bahwa arahan utama dari Presiden Prabowo adalah menjadikan komunikasi pemerintah bukan sekadar penyampai informasi, melainkan instrumen untuk memperkokoh persatuan nasional. Ia berkomitmen agar setiap narasi yang keluar dari pemerintah mampu merangkul seluruh elemen bangsa guna menjaga stabilitas dan integrasi nasional.
2. Adaptasi Teknologi dan Kecerdasan Buatan (AI)
Menghadapi era digital yang dinamis, Syahganda menyatakan bahwa Bakom tidak akan berhenti pada pola komunikasi konvensional. Lembaga ini akan memperkuat strategi komunikasi dengan mengintegrasikan perkembangan teknologi terkini, seperti pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) serta pemahaman mendalam terhadap algoritma digital. Hal ini dilakukan agar pesan pemerintah tetap relevan dan efektif di tengah arus informasi yang sangat cepat.
3. Melanjutkan dan Mengakselerasi Program Strategis
Selain membawa inovasi baru, Syahganda memastikan bahwa Bakom akan tetap menjaga kesinambungan program-program komunikasi yang telah berjalan sebelumnya. Fokus utamanya adalah melakukan akselerasi agar strategi komunikasi pemerintah menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.










Tinggalkan komentar