TERUNGKAP! Ekstremisme Menyusup Lewat Algoritma Digital!
suaramedia.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melontarkan peringatan keras mengenai evolusi ancaman ekstremisme di ruang digital. Fenomena berbahaya ini kini tak lagi terbatas pada jaringan tertutup atau pertemuan fisik, melainkan telah menyusup secara halus melalui algoritma digital yang menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat.

Related Post

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyoroti pergeseran signifikan dalam pola penyebaran ekstremisme. Dalam sebuah diskusi publik bertajuk "Mewaspadai Ancaman Algoritma Ekstremisme di Ruang Digital" yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin, Makassar, Alexander menegaskan bahwa inti ideologi ekstremisme mungkin tidak banyak berubah, namun jalur distribusinya kini telah bermetamorfosis drastis. "Ancaman narasinya yang berubah saat ini bukan muatan ideologinya, tetapi jalur distribusinya," ujar Alexander, menggarisbawahi urgensi masalah ini.
Menurut Alexander, narasi kekerasan dan propaganda ekstremisme kini dapat muncul di kanal digital yang sama dengan konten hiburan yang dikonsumsi secara luas, bahkan oleh anak-anak dan generasi muda. Modus operandi ini memungkinkan konten-konten berbahaya tersebut dikemas dengan bahasa, format, dan estetika yang sudah akrab bagi pengguna, sehingga paparan awal seringkali sulit untuk dikenali sebagai ancaman.
Kondisi ini menciptakan tantangan baru bagi pengawasan ruang digital, mengingat konten ekstremisme dapat menyelinap di antara tontonan sehari-hari, berpotensi mempengaruhi pikiran dan pandangan tanpa disadari. Komdigi menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif dari seluruh lapisan masyarakat untuk mengenali dan melaporkan konten-konten semacam ini demi menjaga integritas dan keamanan ruang digital Indonesia.










Tinggalkan komentar