suaramedia.id – Delegasi Republik Indonesia melancarkan aksi walk out yang menggema di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, tepat sebelum Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memulai pidatonya. Tindakan tegas ini merupakan manifestasi solidaritas mendalam Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Related Post
Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menjelaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar protes, melainkan sebuah kecaman keras terhadap serangkaian kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran berat hukum internasional yang terus dilancarkan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza dan di wilayah pendudukan. "Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina serta protes dan kecaman terhadap kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza dan di Wilayah Palestina yang diduduki," tegas Mulachela melalui keterangannya, Jumat (25/9).

Dalam insiden yang menarik perhatian dunia tersebut, Indonesia tidak sendirian. Sebanyak 77 negara delegasi lainnya juga bergabung dalam gelombang walk out massal dari Ruang Sidang Majelis Umum PBB, sesaat sebelum Netanyahu berpidato. Kehadiran Indonesia dalam barisan negara-negara yang menolak mendengarkan pidato PM Israel ini menegaskan komitmen teguh Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Aksi ini, lanjut Mulachela, adalah refleksi dari posisi konsisten Indonesia yang menentang keras segala bentuk kekerasan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel. "Bersama negara-negara yang sehaluan, Indonesia ingin menyampaikan pesan yang jelas bahwa kekerasan terhadap rakyat Palestina dan pelanggaran hukum internasional tidak dapat dinormalisasi dan harus segera dihentikan," ujarnya.
Melalui walk out ini, Indonesia bersama negara-negara sehaluan lainnya mengirimkan sinyal kuat kepada komunitas internasional bahwa agresi dan pelanggaran hak asasi manusia di Palestina tidak dapat ditoleransi dan memerlukan tindakan nyata untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina. Sikap ini mempertegas penolakan Indonesia terhadap segala upaya normalisasi kekerasan di wilayah tersebut.










Tinggalkan komentar