Ramadan Berdarah: AS-Israel Hantam Iran, Kedok Damai Global Runtuh?

Related Post
suaramedia.id – Aksi militer gabungan antara Israel dan Amerika Serikat (AS) yang menyasar Iran di tengah bulan suci Ramadan ini memicu gelombang pertanyaan mendasar mengenai keseriusan Washington dalam mewujudkan perdamaian dunia. Peristiwa ini, yang terjadi setelah insiden serupa di Venezuela, kembali menyoroti kecenderungan AS untuk bertindak sepihak terhadap negara-negara berdaulat yang dianggap mengganggu kepentingan strategisnya.

Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD), Ahmad Khoirul Umam, menyoroti fenomena ini dari sudut pandang Diplomasi Koersif. Menurutnya, ketika kekuatan militer menjadi instrumen utama dalam arena geopolitik, prinsip-prinsip multilateralisme dan hukum internasional seringkali terdegradasi, hanya berfungsi sebagai hiasan simbolis semata. Ini menciptakan jurang yang dalam antara retorika tentang stabilitas global dan realitas tindakan militer di lapangan.
Serangan terhadap Iran ini, lanjut Umam, bukan hanya mempertajam kontradiksi tersebut, tetapi juga secara langsung menguji kredibilitas narasi perdamaian yang selama ini digaungkan melalui inisiatif seperti Board of Peace (BOP). Ini menjadi momen krusial untuk melihat apakah janji-janji perdamaian hanyalah omong kosong belaka di hadapan agresi militer.
"Bagi negara-negara mayoritas Muslim yang memiliki kemandirian relatif, seperti Turki dan Indonesia, momentum ini harus menjadi ajang refleksi strategis untuk mengevaluasi ulang kerja sama terkait BOP, khususnya dalam isu Gaza, serta merumuskan kembali arsitektur diplomasi kawasan," tegas Ahmad Khoirul Umam dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026). Ia menekankan pentingnya bagi negara-negara ini untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan pemain aktif dalam membentuk masa depan perdamaian.










Tinggalkan komentar