Viral Pulau Rusak di Karimun: Pemerintah Ungkap Fakta Baru!

Jakarta, suaramedia.id – Rabu, 31 Des 2025 – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya angkat bicara terkait kerusakan parah pulau-pulau kecil di Kabupaten Karimun, yakni Pulau Propos dan Pulau Kas, yang menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kerusakan ini diduga kuat akibat aktivitas pertambangan yang telah lama berhenti. Kepala Dinas ESDM Kepri, Darwin, membenarkan kondisi memprihatinkan tersebut.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Darwin menjelaskan bahwa izin pertambangan di kedua pulau tersebut, yaitu Pulau Propos dan Pulau Kas, sudah tidak aktif sejak tahun 2015. "Saat ini kami masih menunggu eksekusi pascatambang di Pulau Propos dan Pulau Kas," ujarnya, mengindikasikan bahwa masalah utamanya adalah penanganan lahan setelah kegiatan penambangan berakhir.

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 344 Tahun 2025, perusahaan yang gagal melaksanakan penanganan pascatambang dalam waktu dua tahun setelah izin berakhir, pemerintah berhak menunjuk pihak ketiga. Namun, karena komoditas yang ditambang adalah logam, kewenangan penunjukan pihak ketiga ini berada di tangan Kementerian ESDM. "Untuk penunjukan pihak ketiga kegiatan pasca tambang, kita masih menunggu dari Kementerian ESDM," kata Darwin saat dihubungi suaramedia.id pada Senin (29/12).

Darwin menambahkan, perubahan kewenangan ini terjadi setelah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sebelumnya, kewenangan pertambangan berada di tingkat kabupaten/kota, kemudian beralih ke provinsi, dan kini untuk komoditas tertentu seperti logam, menjadi kewenangan pemerintah pusat. "Dulu kewenangan tambang masih di Kabupaten/Kota, tapi adanya perpindahan kewenangan, UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan pertambangan waktu itu di Provinsi," jelasnya.

Kerusakan kedua pulau ini pertama kali menjadi sorotan publik setelah penampakannya yang gundul dan gersang terpantau melalui citra satelit Google Earth. Gambar-gambar tersebut menunjukkan bahwa Pulau Kropos dan Pulau Kas kini hanya menyisakan lahan bekas tambang yang tandus, memicu keprihatinan luas setelah diunggah oleh berbagai akun di media sosial. Masyarakat menuntut kejelasan dan tindakan nyata dari pemerintah untuk memulihkan kondisi lingkungan di pulau-pulau tersebut.


Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar