Lebak

Tenaga Honorer Kabupaten Lebak Gelar Istighosa

LEBAK | BANTEN | sm.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Dede Jaelani menghadiri Istighosah yang digelar oleh Tenaga Honorer di Pendopo Kabupaten Lebak, Propinsi Banten, Jumat (05/10/18).

Doa bersama yang dihadiri ribuan tenaga honorer ini dimaksudkan, agar tenaga honorer dapat dianggkat menjadi PNS, pasalnya Pemerintah Kabupaten Lebak membuka Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2018, Formasi Jabatan yang dibuka sebanyak 419 orang terdiri dari 177 Tenaga Guru, 26 Tenaga Teknis, 102 Tenaga Kesehatan, dan 144 dari tenaga honorer K2 yang memenuhi persyaratan.

Lanjut Dede, dirinya mengapreseasi kegiatan Istighosah ini, menurutya istighosah merupakan kegiatan positif, selain itu dirinya juga menambahkan, Pemkab Lebak dari dulu selalu memperjuangkan agar pengangkatan honorer K2 menjadi PNS dengan melakukan koordinasi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN RB).

“Kita sudah berupaya dan juga berkomitmen untuk memperjuangkan saudara-saudara, bahkan hal ini masih terus dilakukan,” ujar Dede.

Sambung Sekda, setiap rapat dengan Kemenpan RB, pihaknya selalu menyampaikan persoalan Honorer K2 yang belum terangkat ini, selain itu pihak Pemkab Lebak juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 17 Milyar, untuk membayar honorarium para tanaga honorer di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak pada ini.

“Meskipun masih jauh dari cukup, anggaran untuk honorer akan kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, Kita akan segera lakukan pembahasan bersama pihak DPRD Lebak,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri Indonesia (FTHSNI) Kabupaten Lebak, Ade Buchori mengatakan, pihaknya berharap agar Pemerintah dapat memperhatikan nasib tenaga honorer yang telah lama mengabdi.

Hal senada juga dikatakan Ade, Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Biroksasi RI Nomor 36 Tahun 2018, tentang kriteria penetapan kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil tahun 2018 tidak berpihak kepada Honorer, menurutnya batasan usia disalah satu persyaratannya dirasa sangat memberatkan, dimana batas usia yang dimaksud adalah pelamar CPNS berusia tidak lebih dari 35 tahun pada tanggal 1 Aguistus 2018.

Baca Juga..!  Tidak Patuh Peraturan, Dit Binmas Polda Metro Jaya Tertibkan Perusahaan Jasa Keamanan

“Selain batas usia, Permenpan ini juga tidak mengakomodir seluruh honorer, banyak kawan-kawan Kami yang tidak ikut tes karena formasinya tidak ada, untuk itu pihaknya meminta, agar pemerintah daerah segera bersurat kepada pemerintah pusat,” tegas Ade.

Pewarta : Gel

Facebook Comments