Suara Media

Taddabur Qur’an Kajian Jum’at Bersama Ustad Ridwan, Lc

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, ALLAH TA’ALA berfirman:

وَٱلۡبَلَدُ ٱلطَّيِّبُ يَخۡرُجُ نَبَاتُهُۥ بِإِذۡنِ رَبِّهِۦۖ وَٱلَّذِي خَبُثَ لَا يَخۡرُجُ إِلَّا نَكِدٗاۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَشۡكُرُونَ

TANGERANG | BANTEN, suaramedia.id – Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan; dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya yang tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur. (Al-A’raf, Ayat 58)

Allah Ta’ala menggambarkan kepada kita tentang tanah yang subur dan tandus, yang keduanya pasti berbeda atau bahkan bertolak belakang. Dari tanah yang subur dengab izin Allah akan tumbuh berbagai macam tumbuhan yang akan memberikan kebaikan dan manfaat bagi makhluk yang lain. Sementara dari tanah yang tandus tidak akan tumbuh apapun, kalaupun tumbuh, akan tumbuh dengan buruk.

Inilah gambaran manusia yang akan kita lihat juga dalam kehidupan kita sehari-hari, karena ayat ini menggambarkan keadaan yang nyata tentang keadaan atau jenis tanah di bumi, sekaligus permisalan hati atau jiwa manusia dalam kehidupannya. Seperti halnya tanah, maka jiwa manusia pun ada yang subur sehingga mudah menerima kebaikan dan melakukannya, sehingga jiwa yang hidup ini akan memberikan manfaat dan kebaikan bagi manusia dan makhluk Allah yang lainnya, namun sebaliknya, di antara manusia pun ada yang memiliki hati yang tandus, sehingga dia sulit atau bahkan tidak mau menerima kebaikan dan kebenaran yang datang dari Tuhannya, sehingga jangankan memberika kebaikan pada orang lain, bahkan untuk dirinya sendiri pun dia akan berbuat kedzaliman.

Nabi Shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda:
عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنْ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتْ الْمَاءَ فَأَنْبَتَتْ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتْ الْمَاءَ فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللَّهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ قَالَ إِسْحَاقُ وَكَانَ مِنْهَا طَائِفَةٌ قَيَّلَتْ الْمَاءَ قَاعٌ يَعْلُوهُ الْمَاءُ وَالصَّفْصَفُ الْمُسْتَوِي مِنْ الْأَرْضِ

Baca Juga..!  Bamsoet: Salam Satu Aspal Dari Senayan

dari Abu Musa dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, “Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengan membawanya adalah seperti hujan yang lebat yang turun mengenai tanah. Diantara tanah itu ada jenis yang dapat menyerap air sehingga dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Dan di antaranya ada tanah yang keras lalu menahan air (tergenang) sehingga dapat diminum oleh manusia, memberi minum hewan ternak dan untuk menyiram tanaman. Dan yang lain ada permukaan tanah yang berbentuk lembah yang tidak dapat menahan air dan juga tidak dapat menumbuhkan tanaman. perumpamaan itu adalah seperti orang yang faham agama Allah dan dapat memanfa’atkan apa yang aku diutus dengannya, dia mempelajarinya dan mengajarkannya, dan juga perumpamaan orang yang tidak dapat mengangkat derajat dan tidak menerima hidayah Allah dengan apa yang aku diutus dengannya”. Berkata Abu Abdullah; Ishaq berkata, “Dan diantara jenis tanah itu ada yang berbentuk lembah yang dapat menampung air hingga penuh dan diantaranya ada padang sahara yang datar”. (HR. Bukhari)

Saudaraku, mari kita mengusahakan hati kita menjadi tanah yang subur, sehingga bisa memberikan kebaikan kepada diri sendiri dan makhluk Alllah yang lain. Pupuklah jiwa kita dengan ilmu, dzikir, tilawah Quran, shalat, sedekah dan ibadah serta kebaikan yang lainnya. Jangan biarkan hati kita tandus dan berkarat, sehingga akan sulit meberima kebaikan dan bahkan menolaknga. Kita berusaha terus sekuat tenaga kita dengan bermohon dan terus berharap kepada Allah agar Dia selalu menjadikan hati kita subur. Laksana petani yang terus memupuk tanah pertanian dan perkebunannya sehingga menghasilkan buah-buahan yang sesuai dengan harapannya. Sementara jika dibiarkan, maka akan menjadi kering dan tandus. Sejauh dan sebanyak usaha kita, sejumlah itulah hasil yang akan kita peroleh. Semoga Allah senantiasa menyuburkan hati kita dengan hidayah dari-Nya. Amiin ya Rabbal ‘Alamin

Baca Juga..!  Usai Aksi 22 Mei, Wakapolres Jakbar Silaturahmi ke Markas FPI

24 Dzul Hijjah 1441 H

(Red)

Facebook Comments