Bantentangerang

Taddabur Qur’an Kajian Jum’at Bersama Ustad Ridwan, Lc

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام علیکم و رحمة الله و بركاته

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡيَ قَالَ يَٰبُنَيَّ إِنِّيٓ أَرَىٰ فِي ٱلۡمَنَامِ أَنِّيٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُۖ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ فَلَمَّآ أَسۡلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلۡجَبِينِ وَنَٰدَيۡنَٰهُ أَن يَٰٓإِبۡرَٰهِيمُ قَدۡ صَدَّقۡتَ ٱلرُّءۡيَآۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡبَلَٰٓؤُاْ ٱلۡمُبِينُ وَفَدَيۡنَٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيمٖ

TANGERANG | BANTEN, suaramedia.id – (102) Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

(103) Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). (104) Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,
(105) sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (106) Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (107) Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
(Surat Ash Shaffat)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd….

Ayat-ayat di atas merupakan kisah satu keluarga yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala atas keimanan mereka dan pembuktian keimanan mereka kepada Allah Ta’ala. Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah keluarga ini yaitu keluarga Nabi Allah, Ibrahim Alaihissalam.

Tentang keimanan, dan ini sangat terlihat di dalam keluarga Nabi ini. Keimanan dan keyakinan kepada Allah Ta’ala yang sungguh patut kiranya kita contoh. Keimanan dan keyakinan yang tulus tanpa harapan apa – apa kecuali keridhoan Allah semata. Keimanan dan keyakinan yang dilandasi rasa cinta yang kuat kepada Rabb pemilik jiwa mereka.

Baca Juga..!  Pencanangan Zona Integritas, Ini Yang Di Paparkan Danrem 052 Wijayakrama

Dengan keimanan dan keyakinan di atas rasa cinta yang tulus inilah pengorbanan ditunjukkan. Pengorbanan yang hanya bisa dilakukan oleh orang – orang yang memiliki kecintaan yang luar biasa. Pengorbanan yang tidak mungkin dilakukan oleh orang – orang yang hanya memiliki cinta biasa, cinta yang hanya ada di lisan atau sya’ir belaka.

Kekuatan cinta inilah yang menghantarkan beliau, Nabi Ibrahim sebagai khalilullah atau kekasih Allah. Dan beliau bahkan berani dengan tenangnya mempersembahkah nyawa putranya demi kecintaan beliau kepada Rabbnya, Allah Subhanahu wa ta’ala.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd..

Saudaraku seiman…Hikmah berikutnya adalah adanya usaha untuk membuktikan bahwa Allah akan selalu menolong hambaNya jika hamba-Nya mau berusaha sesuai syari’at yang Allah turunkan.

Dengan kesungguhan usaha sehingga pertolongan itu datang sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketika Nabi Ibrahim menyatakan iman dan berani mengorbankan apapun, maka pernyataan tersebut terbukti benar adanya pada saat beliau memenuhi pernyataannya tersebut dengan usaha dan perbuatan, dan bukan hanya itu, bahkan Allah menurunkan pertolongannya dengan mengirimkan sembelihan untuk menggantikan putranya yang seyogyanya menjadi persembahan bagi Allah dan sebagai bukti pernyataan beliau sebelumnya.

Begitulah kita dalam kehidupan sehari – hari. Perubahan itu akan ada jikalau kita mau berusaha, dan pertolongan Allah akan datang tatkala kita mau berusaha sesuai dengan apa yang Allah kehendaki. Allah sangat tidak suka dengan kemalasan, berpangku tangan dan enggan untuk berusaha.

Bahkan para Nabi pun yang sudah mendapat pasilitas mukjizat tetap diperintahkan oleh Allah untuk usaha. Maka saudaraku sekalian.. tetaplah berusaha untuk mendapatkan apa yang kita harapkan, tetaplah melangkah untuk suatu kebaikan yang ingin kita raih, karena sesungguhnya pertolongan Allah sangatlah dekat bagi orang – orang yang terus berusaha dalam kebaikan dengan landasan iman dan tawakkal kepadanya.

Baca Juga..!  Terlibat Narkoba, Enam Pria Dirigkus Polisi Bandara Soetta

Semoga kisah Nabi Ibrahim tidak hanya tertulis di kitab yang mulia saha, tetapi dapat kita aplikasikan dalam kehidupan kita, baik dalam keuarga, beragama, berbangsa dan bernegara. Di hari yang mulia ini, di tengah alunan takbir yang mambahana, semoga kita dijadikan oleh Allah sebagai hamba – hamba-Nya yang diberikan kekuatan untuk meneladani setiap langkah para Nabi, terkhusus Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Amiin ya Rabbal ‘Alamin

10 Dzulhijjah 1441 H

(Sofyan)

Facebook Comments