BantenLebak

Rangkasbitung Miliki Pecinta Musang, Reptil Dan Iguana

LEBAK | BANTEN, suaramedia.id – Komunitas para pecinta binatang yang Ada di sekitaran kota Rangkasbitung, menggelar silaturahmi bareng disekitar Alun-alun Rangkasbitung, tepatnya didepan Museum Multatuli, hal ini dilakukan guna menjalin silaturahmi antara pecinta binatang dan reptil, sekaligus mengedukasi terhadap masyarakat tentang binatang yang menjadi peliharaan komunitas tersebut.

Pada pertemuan kali ini, merupakan pertemuan pertama yang berhasil dilakukan, mengingat merebaknya virus corona yang menjadi pandemi saat ini, menghambat semua aktivitas pada umumnya, untuk itu pada kesempatan silaturahmi kali ini, para pecinta binatang ini pun tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pada ajang silaturahmi kali ini berhasil mengumpulkan beberapa komunitas, diantaranya para pecinta binatang musang yang tergabung pada Musang Lover Rangkasbitung (MLR), juga para pecinta reptil seperti Ular dan Iguana.

Ace Alfarizi selaku Ketua Musang Lover Rangkasbitung ketika dikonfirmasi suaramedia.id mengatakan, dirinya merasa senang ketika bisa melakukan silaturahmi ini, pasalnya selain lebih menjalin keakraban dengan semua komunitas binatang yang ada di kota Rangkasbitung, hal ini juga dapat memberikan edukasi dan interaksi langsung terhadap masyarakat yang berada dilokasi.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa binatang yang Kami pelihara bukanlah sebagai hama, namun kelestarian juga harus tetap dijaga dihabitatnya, bahkan jika sudah dipelihara, binatang tersebut dapat menjadi hewan peliharaan yang lucu bahkan menggemaskan,” ungkap Ace.

Hal senada dilontarkan Andrik Choir, salah seorang pecinta reptil yang hadir pada pertemuan tersebut dengan membawa ular Sanca Albino menuturkan, binatang peliharaannya tersebut merupakan salah satu binatang yang langka, mengingat ular yang berwarna kuning keemasan ini, akan jauh lebih aman hidup dipenangkaran, dibandingkan dengan hidup dihabitatnya.

“Masalahnya, jika ular Sanca jenis albino ini, hidup di alam liar, binatang jenis ini akan mudah dimangsa oleh predator lainnya, mengingat warna yang berbeda dengan ular sejenisnya,” terangnya.

Baca Juga..!  Pantai Kelapa Warna Jadi Wisata Baru Di Banten Selatan

Sambung Andrik, yang pasti binatang untuk semua binatang yang dipelihara oleh komunitasnya tersebut, dalam segi perawatannya sangatlah mudah dan bahan makanannya sangat mudah ditemukan dilingkungan sekitar.

“Kami berharap komunitas pecinta binatang yang ada di Lebak, dapat lebih banyak sehingga dapat melestarikan semua jenis binatang langka yang ada, sehingga dapat memberikan edukasi terhadap masyarakat luas, khususnya yang ada di Kabupaten Lebak dan Banten pada uniknya,” ungkapnya.

Pewarta : (Anita)

Facebook Comments