Bantentangerang

Polresta Bandara Soetta Gelar Apel Pasukan Oprasi Keselamatan Jaya 2019

TANGERANG | BANTEN, suaramedia.id – Polresta Bandara Soekarno Hatta (Soetta) melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi ‘Keselamatan jaya 2019’ dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat tentang Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ (Lalu Lintas Angkutan Jalan) serta mewujudkan kamseltibcar lantas di wilayah hukum Polresta Bandara Soetta, Senin (29/4/19).

Apel gelar pasukan nampak diikuti oleh seluruh personel Polresta Bandara Soetta, TNI dan stake holder yang berada di Bandara Soetta sekaligus menandakan dimulainya Operasi Keselamatan jaya 2019 yang akan dilaksanakan selama 14 (empat belas) hari kedepan dengan penyematan pita tanda operasi yang dilakukan oleh Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Victor Togi Tambunan, SH, SIK kepada perwakilan dari Polri, TNI, dan Stake Holder.

Dalam arahanya, Kapolresta Bandara Soetta yang bertindak sebagai Inspektur Apel meneruskan arahan dari Kepala Korps Lalu Lintas Polri Drs. Refdi Andri, MSi, yakni, Apel gelar pasukan ini dilaksanakan pasca Pilpres dan Pileg tahun 2019 serta cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadhan 1440H. Serta untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personil maupun sarana pendukung lainnya. Sehingga kegiatan operasi dapat berjalan optimas dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

“Sasaran operasi keselamatan tahun 2019 di prioritaakan terhadap 7 (tujuh) prioritas pelanggaran lalu lintas, antara lain : Menggunakan Handphone saat mengemudi. Tidak menggunakan Safety belt. Menaikan dan menurunkan penumpang di jalan Tol. Melawan arus lalu lintas. Mengendarai kendaraan dibawah pengaruh alkohol/miras/narkoba. Melebih batas kecepatan maksimal. Menggunakan bahu jalan bukan peruntukanya,” paparnya.

Oleh sebab itu, lanjut Kapolresta, pelaksanaan operasi keselamatan ini diharapkan akan dapat mendoronv tercapainya tujuan operasi, yaitu : Meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya. Meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakan lalu lintas. Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas.

Baca Juga..!  Ramadhan 1440 H, Polsek Neglasari Gelar Tarawih Keliling

“Perlu diketahui bersama, data jumlah pelanggaran lalu lintas berupa Tilang tahun 2017 sejumlah 833.607 kasus dan pada tahun 2018 sejumlah 1.243.047 kasus ada kenaikan trend 49 persen. Teguran tahun 2017 sejumlah 833.607 pelanggaran dan pada tahun 2018 sejumlah 891.525 pelanggaran, ada kenaikan 7 persen. Jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2017 sejumlah 5.556 kejadian dan pada tahun 2018 sejumlah 4.096 kejadian ada penurunan trend (-26) persen,” beber Kapolresta.

“Korban meninggal dunia tahun 2017 sejumlah 1.605 orang dan pada tahun 2018 sejumlah 1.134 orang ada penurunan (-29) persen. Korban luka berat tahun 2017 sejumlah 819 orang pada tahun 2018 sejumlah 542 orang ada penurunan trend (-34) persen. Korban luka ringan tahun 2017 sejumlah 6.470 orang dan pada tahun 2018 sejumlah 4.799 orang ada penurunan trend (-26) persen. Kerugian rupiah tahun 2017 sejumlah  Rp. 11.714.125.000 (Sebelas Milyar Tujuh Ratus Empat Belas Juta Seratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) dan pada tahun 2018 sejumlah Rp. 9.787.665.000. Ada penurunan trend (-16) persen,” tambah Kapolresta.

Dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tersebut, kita tidak bisa berdiam diri bahkan kita wajib melakukan berbagai upaya untuk menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltubcarlantas. Diharapkan jajaran Korlantas Polri mampu mempersiapkan langkah-langkah antisipasi baik secara taktis dan teknis maupun strategis agar dapat merubah mindset masyarakat menjadi sadar dan taat kepada peraturan lalu lintas serta mampu menciptakan Kamseltibcarlantas dengan sendirinya. Sehingga potensi pelanggaran, kemacetan serta kecelakaan lalu lintas yang terjadi dapat diminimalisir.

“Untuk mendukung progrsm prioritas Kapolri yati Promoter, pada pelaksanaan oprasi Keselamatan Jaya 2019 kali ini, kita prioritaskan kegiatan dikmas lantas yang mampu mewujudkan rasa simpatik masyarakat kepada Polri khususnya Polantas. Disamping itu untuk mengedukasi masyarakat agar menciptakan situasi kamseltibcarlantas yang tertib,” pungkasnya.

Baca Juga..!  Cabuli Anak SD, Oknum Sopir Angkot Dibekuk Polisi

Pewarta : By

Facebook Comments