Aceh Selatan

Ini Pesan Ustadz Abdul Somad Saat Ceramah di Aceh Selatan

KARA | ACEH SELATAN, sm.id – Ustadz Abdul Somad Batubara, Lc., Datuk Seri Ulama Setia Negara atau lebih dikenal dengan UAS akhirnya bertepi di Kabupaten Aceh Selatan, Senin (26/11/2018) dalam rangka tabliq akbar Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H.

Sebelum melangkah menuju ke Kota Naga (sebutan Aceh Selatan-red), Senin (26/11) pukul 14.00 WIB, UAS terlebih dahulu singgah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memberikan tausiyah.

Sorenya sekira pukul 16.45 WIB tiba di Dayah Darul Wustha, Desa Ujung Padang, Kecamatan Labuhan Haji Barat dan disambut ribuan jamaah yang sudah menanti sejak dzuhur.

Usai mengisi ceramah di Dayah Darul Wustha kemudian UAS langsung bertolak ke Ibukota Aceh Selatan yaitu Tapaktuan, tepatnya di Bundaran Masjid Agung Istiqamah, Senin (26/11) sekitar pukul 20.30 WIB.

Kehadiran UAS disambut sejumlah pejabat dilingkup Pemkab Asel dan unsur Forkopimda seperti, Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kapolres diwakili Wakapolres, Dandim diwakili Pasi Intel, Kepala Mahkamah Syariah, Kajari diwakili Kasi Intel, Ketua DPRK, Ketua MPU Asel dan pejabat lainnya.

Pantauan SuaraMedia.id, belasan ribu jamaah terlihat seperti lautan manusia timpah ruah hadir dilokasi acara yang telah disiapkan oleh panitia untuk menyaksikan dakwah ustadz kondang, dai sejuta umat asal riau tersebut.

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menyampaikan pesan kepada masyarakat Aceh Selatan, ada 4 pokok pembahasan, diantaranya yang pertama adalah perintah untuk memakmurkan masjid. Menurutnya barang siapa yang meninggalkan shalat secara sengaja, kafirlah dia secara nyata.

“Walaupun hidup seribu tahun kalau tak sembahyang apa gunanya. Apabila masjid, surau, langgar, musholla ditinggalkan dan tidak ada orang shalat maka satu kampung akan diganggu syaithan,” ucap UAS.

Yang kedua, katanya ialah menjaga harkat, martabat dan marwah perempuan. Bagi siapa yang memiliki adik atau anak perempuan maka jauhkan dia dari kebebasan bergaul, orang tua berkewajiban melarang anak gadisnya keluar malam.

Baca Juga..!  Lagi, Polsek Kebon Jeruk Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Diskotik Bandara

“Jaga anak perempuan kita, jangan biarkan adik kita, anak kita perempuan dibawa laki-laki yang bukan muhrim. Apabila sudah berisi perutnya (hamil) maka menyesal sepanjang hidup karena akan datang banyak masalah lagi kedepan dalam kehidupannya,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, bagi laki-laki mempunyai empat kewajiban terhadap perempuan dan bagi perempuan memiliki empat hak dari laki-laki.

“Kalian laki-laki berilah makan perempuan, siapkan tempat tinggal yang layak, belilah pakaian yang sopan dan berikan pendidikan karena aslinya laki-lakilah yang mengajarkan perempuan ngaji, mengajak perempuan shalat agar terhindar dari maksiat sehingga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah,” ulasnya.

Selanjutnya yang ketiga adalah keutamaan, manfaat dan hikmah bersadaqah. Karena harta yang kita miliki tidak akan dibawa mati namun pahala dan hikmah sadaqah yang akan melapangkan kita di hari akhirat nanti.

Kemudian yang keempat ialah gunakan jabatan untuk menolong syariat Nabi Muhammad SAW. Ditangan pemimpin punya segenggam kekuasaan maka gunakan untuk menolong agama Allah.

“Orang-orang yang mempunyai kekuasaan dan jabatan seperti bupati, anggota dewan, jaksa, kapolres dan lain sebagainya agar menggunakan kuasa itu untuk menolong agama Allah, betul??,” sebut UAS sembari bertanya kepada ribuan jamaah yang berada dihadapannya.

Maka dari itu, lanjutnya, melalui tangan penguasa maka berilah beasiswa untuk anak-anak agar dapat mengenyam oendidikan tinggi. Kirimlah mereka sekolah ke Kairo, Mesir agar hebat ilmu agamanya, mahir bahasa Arabnya, mantap Nahu Saraf dan hafal Al-Quran.

“Nanti jikalau sudah selesai kuliahnya dan kembali pulang maka merekalah yang akan melanjutkan risalah islam dan menegakkan syariat Allah di Aceh Selatan ini,” pungkasnya.

Pewarta : HS

Facebook Comments