BantenTangerang

Guna Hindari Amukan Massa, “Pengacau Diamankan Dan Sus Ponpes Al Istiglaliyah”

TANGERANG|BANTEN,suaramedia.idPondok Pesantren Al Istiglaliyah di Kp. Cilongok RT. 02, RW. 02, Desa Sukamantri Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang pimpinan KH. Uci Turtusi, geger karena adanya orang asing yang membuat onar di lingkungan pesantren, pada hari sabtu (26/9/2020).

Dan Sus Ponpes ( Komandan  khusus Ponpes ) Cilongok, H. Demang dalam dalam keterangan via rekaman yang diterima suaramedia.id minggu (27)9/20) mengatakan, Sekitar pukul 17.20 WIB, pada saat Santri sedang mengaji, tiba-tiba ada seseorang yang tidak kenal masuk ke lingkungan Ponpes dengan menggunakan sepeda motor RX King B 3221 CIK.

Selanjutnya tambah H. Demang lagi, kemudian pria asing terlihat oleh para santri, karena ulahnya tidak menunjukan itikad baik maka para Santei melarang,  karena sedang ada kegiatan mengaji, kemudian oleh para santri disuruh keluar dari Area Ponpes, namun orang asing tersebut justru marah-marah, dan melempar serta membuang sandal para santri.

“Tidak terima ditegur santri, orang asing tsb, lalu menyalakan sepeda motornya dengan menggeber-geber motornya sehingga mengeluarkan suara yang sangat bising.

Para santri yang tersinggung mengeroyok orang yang diduga gangguan jiwa tersebut,” katanya.

Selanjutnya, guna menghindari amukan massa orang asing itu diamankan di Kantor Seketariat Ponpes Al Istiglaliyah. Kemudian Dan Sus Ponpes Al istiqlaliyah Kp. Cilongok Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang H. Demang, menghubungi Aparat Babinsa dan Binamas, kemudian dibawa ke Polsek Pasar kemis untuk dimintai keterangannya dan pengusutan lebih lanjut.,” jelasnya.

“Tentang berita dan video yang beredar di Medsos bahwa orang asing membawa pedang (Sajam) tidak benar (hoaks),” jelas demang.
“Adanya peristiwa tersebut, masyarakat berharap, agar Orang Tak Dikenal (OTK) yang diduga akan melakukan penyerangan terhadap KH. Uci dapat diproses sesuai dengan perbuatannya.
” Ya kami berharap kepada aparat penegak hukum bisa menghukum pelaku sesuai dengan ketentuan hukum, karen telah melakukan perbuatan tak terpuji dan mungkin kalau tidak tertangkap oleh para santri akan berbuat penyerangan kepada Putra Alm. KH. DIMYATI ( KH.UCI) atau yang kerap dipanggil Abah Uci tersebut” katanya”

Baca Juga..!  Milenial Peduli Yatim Kembali Berikan Santunan

(Red)

Facebook Comments