Jawa TimurSumenep

Contact Tracing Di Tolak Warga, Legislator Ini Minta Satgas Covid-19 Sumenep Berbenah

SUMENEP | JATIM, suaramedia.id – Insiden penolakan terhadap Satgas Covid-19 Sumenep kembali terjadi. Setelah pasien asal Ganding menolak untuk di isolasi, kini giliran upaya contact tracing terhadap keluarga dekat pasien corona yang mendapat penolakan dari beberapa warga desa Kolpoh Kecamatan Batang-Batang.

Camat Batang-Batang, Joko Suwarno, membenarkan insiden penolakan tersebut. Ia juga membeberkan kronologi kejadiannya berawal dari penjemputan pasien positif di Desa Kolpoh yang gagal karena yang bersangkutan menghilang. Namun, karena saat itu ibu si pasien mengalami gejala batuk, maka pada hari senin (6/7) Ia minta agar dilakukan rapid test bagi yang bersangkutan.

“Awalnya saya kesana untuk menjemput warga yang terkonfirmasi positif, namun yang bersangkutan menghilang. Saat itu ibu dari pasien mengalami gejala batuk, sehingga saya minta untuk di rapid test pada hari senin. Namun, kedatangan kami saat itu ditolak beberapa orang warga disana”, ujarnya pada Selasa (7/7).

Pasca kejadian tersebut, Joko mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolres Sumenep dan Kapolsek Batang-Batang untuk mengumpulkan keluarga pasien di rumah kepala desa. Setelah tim memberikan penjelasan, lanjut Joko, akhirnya pihak keluarga pasien bersedia di rapid test dan isolasi mandiri selama 14 hari.

“Saya telah koordinasi dengan kapolres dan kapolsek untuk mengumpulkan keluarga yang diketahui kontak dekat dengan pasien di rumah kades. Setelah diberi penjelasan, mereka kemudian bersedia di rapid test dan isolasi mandiri selama 14 hari”, katanya.

Menanggapi insiden penolakan tersebut, anggota DPRD Sumenep, Akis Jazuli, menyayangkan kejadian tersebut. Ia minta agar satgas Covid-19 Sumenep lebih gencar melakukan sosialisasi dan edukasi pada warga masyarakat terkait bahaya virus corona.

“Insiden penolakan itu perlu disikapi secara serius. Apa sebetulnya yang terjadi, mengapa masyarakat menolak untuk di rapid test. Ini harus disikapi. Saya minta satgas meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai dampak corona. Libatkan masyarakat”, ujarnya pada senin (6/7) kepada suaramedia.id.

Baca Juga..!  Tanpa Laporan Pengelolaan Dana CSR, Pansus DPRD tetap Loloskan Raperda Penyertaan Modal BPRS

Ia mengharap, satgas melakukan pendekatan-pendekatan yang bisa diterima oleh masyarakat sehingga upaya pencegahan penyebaran covid-19 dapat berjalan lancar tanpa diwarnai insiden penolakan dari warga.

“Saya harap, Satgas mengubah pola-pola pendekatan agar bisa diterima masyarakat, sehingga penolakan-penolakan itu tidak terulang lagi”, pungkasnya.

(Msr)

Facebook Comments