Aceh Selatan

Camat Kluet Utara Pimpin Mediasi Dua Kelompok Pemuda yang Bertikai, Ini Hasilnya!!

ACEH SELATAN | SM.ID – Terkait dua kelompok pemuda yang bentrok pada Jumat (23/11) malam, Muspika Kecamatan Kluet Utara telah melakukan upaya mediasi yang berlangsung di ruang kerja Camat Kluet Utara, Sabtu (24/11/2018) sekira pukul 10.30 WIB.

Diantara yang hadir dalam acara mediasi adalah Camat Kluet Utara H. Zainal, SE, Danramil 06/KU Kapten Edy Mulyo Pudjiono diwakili Babinsa Simpang Empat Kopda Yoni Herwanto, Kapolsek Kluet Utara Ipda Muliadi, SH dan Babinkantibmas Polsek Kluet Utara.

Tak ketinggalan hadir tokoh masyarakat yaitu Keuchik Gampong Simpang Empat, Safruddin, Keuchik Gampong Kota Fajar Surya Asmara, Sekdes Kotafajar Muhammad, Tuha Puet Gampong Simpang Empat, Sudirman Saad, Tuha Puet Kotafajar Muthaleb dan perwakilan pemuda kedua gampong.

Pantauan media, Camat Kluet Utara H. Zaenal, SE yang memimpin rapat mediasi langsung membuka diskusi dan memberikan kesempatan kepada masing-masing yang dituakan dalam gampong untuk memberikan pendapat dan solusi penyelesaian masalah.

Setelah mendengarkan pendapat dari masing-masing gampong maka tercapailah sebuah kesepekatan antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara adat dan Qanun Gampong.

“Setelah melalui diskusi yang cukup alot maka akhirnya forum mediasi berhasil mencapai beberapa poin yang harus disepakati dan ditaati secara bersama,” ungkap Camat H. Zainal, SE.

Kepada suaramedia.id Camat Kluet Utara, H. Zainal, SE mengatakan, dalam menyelesaikan sebuah kasus perkelahian, perselisihan, pertikaian ataupun bentrok yang terjadi antar dua kelompok pemuda itu perlu kerjasama dan sinergitas serta menuangkan pemikiran yang bijak untuk mendapatkan solusi.

“Sebaik-baik keputusan melalui musyarakat. Maka disini dalam kasus yang melibatkan anak-anak kita dari Desa Kotafajar dan Simpang Tiga harus serius dibicarakan dan membuat aturan yang mengikat agar tidak terulang kemudian hari,” terangnya.

Baca Juga..!  Persit Kodim 0107/Asel Antusias Ikuti Senam Diiringi Lagu "Meraih Bintang"

Adapun lima poin yang disepakati dalam mediasi tersebut, diantaranya, pertama kedua belah pihak sepakat akan menyelesaikan permasalahan tersebut secara damai dan kekeluargaan dengan ketentuan adat masing-masing gampong.

Kedua, kedua belah pihak sepakat akan meredam emosi masing-masing kedua belah pihak dalam hal ini para pemuda supaya pertikaian yang telah terjadi tidak terulang kembali.

Ketiga, kedua belah pihak sepakat akan melakukan tepung tawar terhadap korban pertikaian dari masing-masing gampong yang akan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 27 November 2018 pukul 16.00 WIB bertempat di Kantor Camat Kluet Utara.

Selanjutnya poin yang keempat adalah kedua belah pihak sepakat membuat surat pernyataan apabila ada pihak yang melanggar kesepakatan yang telah ditandatangani, itu merupakan oknum dan bukan atas nama pihak Gampong.

Barang siapa yang memulai pertikaian akan dikenakan sanksi adat berupa satu ekor kambing yang telah cukup umur dan denda sejumlah Rp 5.000.000 serta apabila tidak dipenuhi permasalahan tersebut akan diserahkan sepenuhnya ke jalur hukum.

Dan poin kelima yaitu kedua belah pihak sepakat akan mensosialisasikan kesepakatan tersebut ke masing – masing warga Gampong agar seluruh masyarakat dapat mengetahui.

Setelah semuanya benar-benar disetujui, maka mediasi telah mencapai hasil dan berakhir pada pukul 12.00 WIB. Acara berjalan tertib dan lancar.

Pewarta : HS

Facebook Comments