suaramedia.id – Kabar gembira bagi calon jemaah haji Indonesia! Wacana pemangkasan kuota haji hingga 50 persen oleh Pemerintah Arab Saudi dipastikan batal. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji dan Umrah (BPJU), Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/6) malam.

Related Post
Dahnil menjelaskan, wacana pengurangan kuota sempat mencuat di internal Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Hal ini sebagai buntut evaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun ini yang dinilai belum optimal oleh pihak Arab Saudi. Usulan pemangkasan pun muncul sebagai langkah antisipatif agar permasalahan serupa tak terulang di masa mendatang.

Namun, setelah dilakukan diskusi intensif antara BPJU, yang diwakili Kepala BPJU Mochammad Irfan Yusuf, dengan otoritas Arab Saudi, wacana tersebut akhirnya dibatalkan. "Mereka menyampaikan kepada kami bahwa Arab Saudi masih memiliki kepercayaan besar terhadap Indonesia, khususnya kepada Presiden Prabowo," tegas Dahnil.
Kepercayaan tersebut, lanjut Dahnil, didasari oleh langkah Presiden Prabowo Subianto yang membentuk BPJU untuk menangani penyelenggaraan haji secara lebih profesional dan terfokus. "Pembentukan badan penyelenggara haji baru ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperbaiki tata kelola haji," tambahnya.
Dahnil memastikan masyarakat tak perlu khawatir. Pemerintah akan mengawal penuh agar kuota haji Indonesia tetap terjaga, bahkan berharap agar kuota tersebut dapat ditingkatkan di masa mendatang. "Yang jelas, Presiden dan kami yang ditugaskan akan memastikan kuota tidak dipotong. Bahkan, kita berharap ke depan kuota bisa ditambah," tegasnya. Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi jutaan calon jemaah haji Indonesia yang telah lama menantikan kesempatan menunaikan ibadah suci.










Tinggalkan komentar